Senin, 22 September 2014

bu rika yg cantik

Waktu sudah menunjukan pukul 16.30, aku segera merapikan segala peralatan sekolah. Huff, hari ini adalah jadwal eskul computerku, minimal aku baru bisa sampai dirumah pukul 17.30, ya apa boleh buat. Sekolahku
mewajibkan muridnya untuk memilih satu eskul, aku memilih computer karena menurutku hanya eskul itu yg tidak begitu memusingkan dan menyita banyak waktuku. Singkatnya, sepulang eskul aku segera menuju tempat parkir motor. Hanya ada beberapa sepeda motor lagi yg tersisa, aku berjalan kearah motorku
diparkir. Aku rogoh sakuku dan kucari kunci motorku, tetapi kunciku tidak ada. Aku panik dan segera mencari - cari kedalam tas namun kunci itu tidak bisa juga aku temukan. Aku memutuskan untuk kembali
keruang komputer untuk memeriksa barang kali kunciku tertinggal disana. Ku periksa seluruh ruangan
komputer yg sudah sepi, hanya ada guru eskulku yg sedang sibuk mengerjakan tugasnya yg menumpuk.
Guru komputer yg aku maksud adalah seorang guru baru, dia bekerja menjadi seorang guru honorer disini.
Namanya ada Rika, usianya masih muda, mungkin sekitar umur 23 - 24 tahun. Dan yg paling penting adalah wajah Bu Rika yg cantik dan kulitnya yg mulus, kadang - kadang membuatku kehilangan konsentrasiku. "Aduh, Bu liat kunci motor saya ga??" tanyaku kepada Bu Rika "Lah, emang kamu taruh mana Ga?" tanyanya balik "Kalau aku tau ya, ngapain aku daritadi muter2 disini.." jawabku "Halah2, yaudah cari lagi, ibu ga liat" kata Bu Rika Kubungkukan badanku, mencoba mencari disela - sela bagian bawah meja komputer. Huff, sudah lama aku cari tapi ga ktemu juga, tiba - tiba mataku tertuju pada sebuah pemandangan lain. Dari balik meja kerja Bu Rika, ada sebuah pemandangan indah yg membuat mataku melotot lebar. Kulihat jelas celana dalam Bu Rika yg berwarna hitam dari balik rok guru berwarna birunya, "OMG! hitam bro!!! " ucapku dalam hati Aku terus pura - pura mencari, sambil sesekali kulirik celana
dalam Bu Rika. Tiba - tiba aku dikagetkan oleh suara Bu Rika yg memanggilku. "Ketemu Ga?" tanyanya "Ehh..ga ktemu bu, aduh aku pulang gmn ini!!" kesalku "Bukan disini kali, coba periksa diatas, dikelas kamu" saran Bu Rika "Eh? Iya juga kali ya, coba aku kesana deh..." jawabku sambil lalu Aku segera naik menuju kelasku dilantai tiga, matahari yg mulai terbenam membuat suasana sekolah menjadi mengerikan. Apalagi melihat ruangan kelas yg kosong, aku langsung membayangkan bagaimana keadaan sekolah saat malam.
Aku buka pintu kelasku dan masuk kedalam, kucari kunci motorku dibawah mejaku, tetapi gak ada!! Aku terduduk lemas diatas meja, bingung harus ngapain lagi. Tiba - tiba kudengar suara aneh dari kelas sebelah, kelas paling akhir, sebelah kiri dari kelasku. Kutempelkan telinggaku ditembok antara kelasku dan kelas asal suara itu. Awalnya tidak begitu jelas, tapi lama - lama aku kaget dengan suara yg aku dengar itu. "Aaaaahhh..eeennnggg....aaaahh hh...aaaahhhh" suara desahan wanita"Aaahhh, memek km enak banget sayang..." balas suara pria Astaga!! Aku langsung mengusap - usap wajahku, apa aku bermimpi? atau ini hanya halusinasi?? Tapi suara itu masih jelas terdengar dari kelas sebelah. Aku malah menjadi taku, jangan -
jangan itu suara demit, atau kuntilanak?? Aku gelisah, tapi rasa penasaranku membunuh rasa takutku, dengan perlahan aku melangkah keluar menuju kekelas asal suara tadi. Dari balik celan pintu aku bisa melihat, astaga dua orang murid sedang ML di kelas!!
Jantungku langsung berdetak kencang, aku masih belum percaya dengan apa yg aku lihat. Aku dekatkan lagi wajahku, ternyata benar mereka itu murid anak kelas tiga, dan yg membuat aku lebih kaget lagi. Cewek itu
adalah Henni, kakak kelasku yg terkenal dengan kecantikan wajahnya dan bodinya yg aduhai. Henni hanya memakai seragam atasnya, sedangkan bagian bawahnya telanjang.
Pantat Henni yg montok sedang disodok oleh penis Aldo yg juga kakak kelasku. Mereka memang berpacaran, tapi aku ga tau kalau mereka berani mesum dikelas!! Aku semakin terbawa suasana,
mendengar desahan Henni dan gerakan erotis dari Henni, yg terlihat begitu menikmati pelayanan dari Aldo.
Kurasakan penisku mulai bereaksi, aku pun semakin menempelkan wajahku di celah pintu. Saking seriusnya, tak sengaja kudorong pintu kelas, badanku pun tertarik maju, pintu kelas terbuka lebar, aku terguling masuk kekelas. "kkkkyyyyyaaaaa...." jerik Henni"adduhhh..." kuusap kepalaku yg terasa sakit Henni dan Aldo langsung menatapku dengan tampang panik. Lalu Henni segera menutupi memeknya dengan kedua tangannya, sementara Aldo dengan wajah marah langsung menghampiriku, ditariknya kerah bajuku. "Eh Anjing!! Anak kelas berapa lw brani ngintip2??" bentak Aldo emosi "weiiisss, sante lw..." sambil kutepis tangan Aldo "brani lw ya?? mau mampus?" bentak Aldo yg masih 1/2 bugil "slow..slow.." jawabku bersikap
tenang "slow?? sampe lw kasih tau tentang ini ke orang, lw gw jamin jd mayat" gertak Aldo "yakin lw mau lawan gw?" tantangku, aku sudah biasa berkelahi, ga akan ciut nyaliku cuma karena gertakan dari Aldo "eh bangsat lw ya.." teriak Aldo sambil bersiap memukulku "ALDO!!" teriak Henni yg telah memakai roknya lagi sambil berlari "lw tunggu situ aja Hen!" bentak Aldo ke henni "Do, udah biarin, klo kita giniin malah dia macem2" ucap Henni "nah, tuh cewe lw pinter..." jawabku "eh anjing emang lw ya..." Aldo yg semakin emosi "eh Do, gw ga akan bilang2 tenang aja, asal lw jg mau enak ke gw, ga usah emosi gitu lah, biarpun lw kakak kelas gw, umur lw sama ma gw, ga usah sok galak gitu. Lw lanjutin deh kegiatan lw tu sama cewe lw, gw
ga akan ganggu..." ungkapku "cuih..." eluh Aldo sambil menurunkan tangannya dan coba menenangkan diri "udah lw pergi sana.." usir Aldo "eeiitsss tunggu bro, gw ga mau gratisan..." jawabku licik "anjing emang ya, mau apa lw? duit?" sambil Aldo merogoh saku bajunya "ga butuh duit gw, gw ga minta macem2.." jawabku "mau lw apa?" tanya Aldo"haha, gw cm mo liat lw lg ML sama cewe lw, gampang kan?" jawabku Aldo dan Henni langsung bertatapan. Sementara aku berdiri diam menunggu jawaban dari mereka. "Gimana?? gw ga ganggu, ga megang, cm liat doank, slow" tanya gw "Udah Do, gpp, lagian aku nanggung nih..." ungkap henni "Ok, tapi jgn megang2 lw ya..." jawab Aldo setuju Dengan santai aku berjalan, kuambil sebuah kursi ditengah, lalu kududuk menunggu aksi mereka. Aldo dan Henni kembali berjalan ketempat mereka tadi,
Henni terlihat sedikit malu, tapi aku yakin dia pasti ketakutan. Aldo langsung mencumbu Henni, melahap habis bibir sexy Henni. Aku cengar - cengir melihat tingkah mereka berdua.
Tangan Aldo bergerak liar meremas toket Henni yg kental, sementara tangan Henni sibuk mengelus - elus penis Aldo yg perlahan mulai konak. Desahan kecil mulai terdengar dari mulut Henni dan tangan Henni semakin cepat mengelus dan mengocok penis Aldo. Aldo segera membalikan tubuh Henni, tangan Henni bertumbu pada meja dan pantatnya menungging siap untuk serangan dari Aldo. Aldo segera memasukan
penisnya, Henni meringgis menahan sodokan dari Aldo kememeknya. "aaahhh..aahhh..terus Do..." desah Henni liar"eeehhh..." desah Aldo yg menikmati memek Henni"eeemm...eeehhh...eeemm mm..." desah Henni semakin menjadi Tubuhku berasa panas melihat sex show live mereka didepanku, Henni terlihat begitu cantik
dengan seragam SMA dan memeknya yg sedang disodok. Matahari makin tenggelam, menyisakan cahaya - cahaya tipis yg menyinari tubuh Henni dan Aldo yg sedang mesum. Hhhmmm, nice banget!! Pantat Henni jadi terlihat mengkilap karena pantulan dari cahaya matahari dan keringat. Aldo makin mempercepat
gerakannya, Henni tak kuasa menahan itu, disenderkan wajahnya diatas meja, desahnya terus mengiringi sodokan demi sodokan dari Aldo. Ditambah desahan indah dari Henni yg membuat aku semakin merinding.
Tiba - tiba kudengar desahan Henni semakin memburu, begitu juga dengan Aldo. "aaahhh...aaahhh...yyyaannkkk... mo keluuuaarr...eemmm" desah Henni "iiiiyyyaaa yankk..eeeggghhh..."
jawab Aldo "aaahhh...eeennngg...yyyaankkk. ..kellluuuaarrr yyyaankkk...aaahhhh...""eeeeggg hhhh...aaahhhh..aaahhhh..." desah Aldo Mata Henni dan Aldo terpejam menahan nikmatnya climax mereka. Astaga aku semakin tak sanggup, ingin sekali aku bergabung dengan mereka. Aldo segera membalikan tubuh Henni, menaikannya keatas meja, dan membiarkan Henni terlentang dengan selangkangan terbuka.
Sementara Aldo duduk dimeja sampingnya mencoba mengumpulkan tenaga untuk ronde berikutnya. Tiba - tiba jantung kami serasa mau copot karena kaget... "ASTAGA!!! KALLIIIAANNN!!!" teriak Bu Rika dari pintu kelas Aku, Aldo, dan Henni langsung panik dan diam, Melihat ibu Rika dengan wajah marah bercampur kaget. "KALIAN GILA!! IBU AKAN LAPORKAN KALIAN!!" marah Bu Rika sambil lalu"Bu tunggu!!!" teriaku Aku dan Aldo saling berpandangan. Bu Rika telah membalik tubuhnya dan siap
untuk pergi dari kelas, "GW BISA MAMPUS!!" ucap gw dalam hati "Do, Kejar!! Mampus Kita!!" teriak
gw ke Aldo sambil berlari kearah Bu Rika"Anjinggg laaahhhh..." umpat Aldo sambil lari mengikutiku"...." sedangkan Gemi terdiam takut Kutarik tangan Bu Rika, dia mencoba melawan, mulutnya terbuat bersiap tuk berteriak. Tapi, tangan Aldo langsung menutup mulutnya dan membantuku menarik Bu Rika kedalam kelas. Kudekap tubuh Bu Rika, Aldo masih menutup mulut Bu Rika dengan tangannya. "JANGAN BERANI2 LW!!!" bentak Aldo ke Bu Rika "eemm..eemmm..." Bu Rika coba bersuara "Gimana nih Do???" tanya gw ke Aldo "Gw juga ga tau!!" jawab Aldo panik Bu Rika dalam dekapan eratku, bisa kucium harum tubuh dan
rambutnya. Membuatku kepalaku pening, sensasi yg luar biasa, andrenalinku benar - benar mengalir. Setelah melihat aksi gila Henni dan Aldo, sekarang aku harus berhadapan dengan Bu Rika. Tak sadar tanganku menyentuh toket Bu Rika yg empuk, itu membuatku semakin tak tahan dengan semua ini. Perlahan aku
mulai meremas toket Bu Rika, dia coba memberontak tapi apa daya seorang wanita dalam dekapan
tubuh besarku. Aldo mengerti maksudku, dia tersenyum licik. Aku semakin brutal meremas toket Bu Rika, sementara kugesekan penisku yg konak terbungkus celana SMA kepantat Bu Rika yg montok. Aldo memanggil Henni untuk mendekat, Henni berjalan setengah bugil dan takut2 kearah Aldo.
Aldo langsung memeluk Henni dengan satu tangannya, mereka langsung berciuman mesra didepan Bu Rika. Bu Rika mulai panik, dikerahkan seluruh tenaganya untuk mencoba menghalauku. Lagi - lagi, semua itu sia - sia. Kutarik tubuh Bu Rika terduduk dilantai. Aldo pun melepas tangannya dari mulut Bu Rika, namun belum sempat Bu Rika berteriak, segera kusumpal mulutnya dengan tanganku. Aldo dan Henni mulai beraksi,
Aldo menjilati seluruh leher Henni, dan Henni sibuk mengelus penis Aldo. Mereka melakukan itu tepat didepan Bu Rika, membuat Bu Rika terpaksa menyaksikannya sambil terus kuremas toketnya. Kusenderkan tubuhku dimeja, kujepit paha Bu Rika dengan kedua kakiku. Aldo membisikan Henni sesuatu, setelah itu Henni langsung maju kearahku, bertumpu pada meja dibelakangku Henni segera mengambil posisi menungging. Memek Henni yg basah tepat berada diatas wajah Bu Rika, aku segera menurunkan tanganku
dari mulut Bu Rika kelehernya dan segera mendongakkan wajah Bu Rika, memaksanya tuk melihat memek Henni, sambil kubisikan "berani teriak, aku cekek ibu sampai mati" ancamku... Bu Rika pun menurut, dia terdiam dan menutup matanya. Kembali aku membisikan ditelinganya : "kalau lw merem, gw cekek juga,
lw harus liat" sambil kupererat cengkraman tanganku. "iiyy..aa.." ucap Bu Rika terbata.. Aldo segera maju dan langsung menancapkan penisnya kedalam memek Henni disaksikan oleh aku dan Bu Rika yg gemetaran.
Sementara Aldo dan Henni sedang asik menikmati moment mereka, aq mulai berani membuka kancing baju seragam guru biru khas sekolahku. Satu demi satu, kancing ketiga terbuka, terlihat bra Bu Rika yg ternyata juga hitam dgn renda2. Astaga, toket Bu Rika tak kalah seksinya dengan toket Henni yg berayun - ayun diatasku. Segera kuselipkan tanganku diantara bra dan toket Bu Rika, begitu hanya dan empuk. Aku
bisa merasakan detak jantung Bu Rika yg tidak beraturan karena takut. Aldo dan Henni asik dengan
moment mreka, suara desahan Henni dan Aldo. Serta suara becek dari memek henni yg membuat aku dan Bu Rika merinding. Tiba - tiba Henni mendesah hebat.. "aaaahhh...aaayyyaaaannkkkkk.. ..eeennnggghhhh..." tanda Henni organisme Tubuh Henni bergetar, disandarkan wajahnya keatas meja yg membuat toketnya
menyentuh kepalaku, dan dari memek Henni keluar cairan bening. Cairan itu terus keluar dan akhirnya jatuh menetes dimuka Bu Rika. Bu Rika bergetar, ditutupnya matanya, tubuh Bu Rika gelisah. Lendir dari memek Henni terus mengalir turun, melewati hidung lalu menuju kearah mulut Bu Rika, Bu Rika menutup mulutnya rapat - rapat mencoba menahan lendir itu agar tidak masuk kemulutnya. Aku yg menyaksikan itu segera
memperkuat cengkramanku dan berkata : "buka mulut lw bu!!" ancam gw Dengan terpaksa dan takut, Bu
Rika membuka mulutnya. Lendir itu pun masuk kedalam mulut Bu Rika. Terlihat expresi jijik diwajah Bu Rika, ingin segera dia menutup mulutnya, tapi lagi - lagi aku ancam dia dengan cekikanku.
Melihat expresi itu, aku semakin tidak tahan, dengan brutal kutarik bra Bu Rika."kkkkkrrreeeekkkkkkkk...." terdengar suara kain yg robet. Bra hitam Bu Rika putus karena tarikanku, "aaahhhhh..." jerit Bu Rika
menahan sakit. Dua buah kenikmatan terlihat, begitu matang dan siap disantap. Puting Bu Rika yg berwarna
merah muda, begitu serasi dengan toketnya yg mulus dan putih. Aldo yg sedang asik melahap memek Henni pun tertawa melihat tingkahku, melihat toket gurunya yg terpajang menantang membuat Aldo semakin
semangat, dipercepatnya gerakan penisnya dimemek Henni. Toket Henni terus menampar - nampar ubun - ubunku, membuat aku dalam posisi yg sangat menguntungkan. Desahan Henni semakin terdengar merdu,
membuat libidoku sampai pada titik tertingginya. Kucubit dengan kasar pentil Bu Rika, "eeeennggggg..." desah Bu Rika menahan sakit bercampur nikmat. Segera kupilin - pilin pentilnya, membuat napas Bu Rika terengah - engah. Kutekan toketnya dengan tanganku, membuat pentilnya terjepit diantara toketnya dan tanganku. Segera kuputar - putar, tubuh Bu Rika bergetar hebat. Melihat expresi itu segera kulepas cengkramanku, Bu Rika mengambil napas lega. Tak lama setelah itu, kusambar bibir Bu Rika, kupaksa masuk lidahku, dan lidahku pun beradu dengan mantab didalam mulut Bu Rika yg lembab. Bu Rika mencoba menolak dengan mendorong lidahku keluar, tapi itu usaha sia - sia, malah membuat liurnya keluar dan membasahi leherku, membuatku semakin bersemangat. Kami semakin menikmati kegiatan masing - masing, Henni dengan Aldo, dan Aku dengan guru eskulku, Bu Rika. Terus dan terus aku habisi Bu Rika,
membuat Bu Rika tak mungkin dapat meresistnya, tanganya yg tadi tergeletak kakupun tiba - tiba langsung memegang pundakku dengan takut. Tiba - tiba..."eeehhh...gwww mooo kellluuarr...aaggghhh..." Aldo bersuara "Do..Do..sini Do sini!!" ungkap aku semangat sambil melepas ciumanku dari mulut Bu Rika dan
menyodorkan wajahnya kearah penis Aldo. Dan langsung dengan semangat Aldo memuncratkan seluruh
spermanya kearah muka Bu Rika, Bu Rika kaget dengan semua itu, matanya tepejam takut, dan mulutnya terkunci rapat. Melihat itu, tanganku usil menarik pentilnya, membuat mulut Bu Rika mengaduh"aaawwww..." dan mulutnya terbuka membuat sperma Aldo masuk dalam mulutnya. Aldo menarik Henni, mematunya
tidur dilantai. Aku menarik Bu Rika, memaksanya tertidur dilantai juga. Sambil kuremas toketnya, kubuka satu persatu kancing bajunya, kini Bu Rika topless. Dan Henni terbujur puas dilantai dengan setengah telanjang dan memeknya yg basah. Aldo berjalan menuju saklar lampu, dinyalakannya lampu kelas karena memang matahari sudah full terbenam. Aku sibuk menelanjangi Bu Rika yg sudah lemas pasrah tak berani
membuka matanya. Aku bangun, melepas seluruh pakaianku, Aldo datang menghampiriku dan melepas
bajunya. Kami berdiri bugil menghadap Bu Rika yg juga bugil dibawah kami, kuelus paha Bu Rika dengan kakiku sambil aku berkata "Bu..Buka mata lw..." Dengan perlahan Bu Rika membuka matanya, dia melotot
melihat penis aku dan Aldo. "masi kuat do??" tanyaku "dikit..bisalah ngebantai bu guru" tawa Aldo "yuk ah, abisin do!!" semangatku "btw, nama lw sapa..." tanya Aldo "call me Virga.." sambungku dng memasang wajah licik Aldo langsung berjongkok melahap bibir Bu Rika. Sedangkan aku segera membuka selangkangan Bu Rika. Terlihat jelas memeknya yg tertutup jembut yg tercukur begitu rapih, membuatku semakin tidak sabar untuk menikmatinya. Tidak perlu pemanasan lagi karena aku sudah kepanasan
dengan aksi - aksi kami tadi. Segera kutancapkan penisku dimemek Bu Rika yg basah dan ternyata sudah tidak perawan lagi. Sialan ni guru, ternyata perek juga. Bu Rika mencoba mendesah tapi tidak bisa karena
mulutnya sedang dilahap oleh Aldo. Tubuh Bu Rika bergetar hebat mencoba melawan nafsu bejatku dan Aldo. Memek Bu Rika masih terasa nikmat meskipun sudah tidak perawan lagi, dinding memeknya masih terasa menjepit penisku. Aldo bosan dengan aktifitasnya, segeras dia berlutut lalu ditampar - tamparkan penisnya dimulut Bu Rika. Bu Rika munafik menolak penis itu, pada akhirnya dia membuka mulutnya dan melahapnya. Dengan penisku yg menancap di memeknya dan penis Aldo yg memenuhi mulutnya, aku jamin
Bu Rika ga akan berani untuk menolak lagi. Eeerrgghhhh, kurasakan penisku makin mengeras, ya sebentar lagi aku orgams. Kutekan semakin dalam penisku kememek Bu Rika. Dan... "eeeennnggggghhhhhhhh........."
kulepaskan miliyaran spermaku kedalam memek Rika Bu Rika mengeliat lalu tubuhnya bergetar ternyata dia juga orgams. Aldo melepas penisnya dari mulut Bu Rika, begitu juga aku yg mencabut penisku dari
memeknya. "Do..pernah anal ga??" tanya gw "wah wah, belom sih, tapi boleh tuh!!" sambil menuju kearahku "hah?? jgn please, ibu minta jgn...." kaget Bu Rika ketakutan "lw ga berhak ngelarang...." kasar jawabku Aku tidur terlentang, Aldo tanpa aku suruh langsung membantu Bu Rika bangun, meletakan tubuh Bu
Rika diatas tubuhku, tanganku bergerak membantu penisku masuk kedalam memek Bu Rika yg becek. Dan
eeeemmmmm.....oooohhhh...penisku kembali masuk menembus memek Bu Rika. Sementara Aldo mengambil posisi, bersiap - siap menancapkan penisnya di dubur Bu Rika. Aldo membuka pantat Bu Rika, Bu Rika coba melawan tapi dalam pengaruh penisku, dia tidak dapat banyak bergerak. "Bu...jangan lupain kami....kasih kami nilai 10 ya!! wahahahaha" canda Aldo Dannnn.... "aaaaaaaahhhhhhhh....aaaaaahh
hhhh....eeeennnnnngggmmmm..... " suara Bu Rika saat penis Aldo masuk menembus duburnya yg
perawan. Aku dan Aldo membantai habis Bu Rika, membuat Bu Rika benar - benar merasakan surga dunia.
Tiba - tiba Henni ada diatas kepalaku, tanpa basa - basi dilahapnya bibir Bu Rika. Astaga!! Ini apa namanya??? Threesome?? Jelas BUKAN!!! INI QUADSOME!!! Bu Rika tidak dapat lagi bergerak,
seluruh spot sensitive-nya sudah dilahap habis oleh kami bertiga. Hanya ada desahan - desahan
kecil dan hembusan napas Bu Rika yg semakin memburu. Tiba - tiba Henni bangkit, disodorkan memeknya yg telah basah kearah mulut Bu Rika, Bu Rika berusaha menolak dan jijik. Tapi dalam kondisinya sekarang,
dia tidak akan sanggup menahan itu, dengan malu - malu Bu Rika menjilati memek Henni dengan perlahan, "eeeemmmm...." desah Henni sambil memainkan toketnya sendiri dengan kedua tanganya. Aldo memajukan tubuhnya, membuat penisnya yg tertancap dipantan Bu Rika makin dalam. Henni pun melakukan hal yg
sama, Aldo dan Henni pun saling melahap bibir diatas tubuh Bu Rika yg bugil,Kami semua serasa menjadi satu, penisku dimemek Bu Rika, penis Aldo dipantat Bu Rika, memek Gemi yg sedang dijilati Bu Rika, dan ciuman mesra Gemi dengan Aldo. Aku merasa ini seperti mimpi, bisa menancapkan penisku yg lapar kedalam memek guruku sendiri dan melihat memek kakak kelasku yg cantik diatas kepalaku. Tanganku pun bergerak, aku remas kedua toket Bu Rika yg mulai mengeras dan pentilnya yg semakin mancung. Bu Rika mendesah makin hebat sambil terus dia jilatin memek Henni dengan mantab. Tak lama setelah itu... "aaaahhhh......aaaaaahhhhhhh...e eeemmmmmm...." Bu Rika segera melepas jilatannya dari memek
Henni, ya Bu Rika ORGAMS!!! Kurasakan penisku tertekan makin kuat didalam memek Bu Rika, tak lama setelah itu cairan hangat membasahi penisku, membuat seluruh tubuhku merinding. Dan sekarang giliranku, karena orgams Bu Rika, penisku jadi terpancing. Seluruh urat ditubuhku serasa tertarik, darahku berkumpul
diujung penisku yg memerah, dan....."DAMMMNNN IIITTT!!! Aaaaarrrggghhhh...eeennnggggg. ..." orgams-ku sambil kuremas kencang toket Bu Rika yg membuat tubuhnya ikut bergetar hebat. Aku tersenyum puas, kutumpahkan seluruh spermaku kedalam memek guru eskul computerku, dalam posisi Bu Rika yg diatasku membuat spermaku perlahan keluar dari memek Bu Rika bercampur dengan cairan
kenikmatan Bu Rika lalu menetes jatuh ke lantai kelas. Kupejamkan mataku, mencoba menikmati moment yg begitu indah itu. Tiba - tiba lagi aku mencium bau yg begitu menggoda, kubuka mataku dan hennii yg mulai lelah dengan posisinya, menindih wajahku dengan memeknya yg sudah basah dengan cairan kenikmatannya dan liur Bu Rika. Memek Henni tepat menghantam mulutku, membuatku dapat merasakan sensasi dari memek Henni dan aroma memek Henni yg begitu wangi. Tanpa diperintah, lidahku otomatis bergerak, menjilat seluruh memek Henni. Perlahan kujilati dinding luar memeknya, dan mulai masuk kedalamnya, sambil aku mampir ke klitorisnya yg hangat dan menjilatinya dengan nikmat. Kurasakan tubuh Henni bergetar, Aldo yg melihatku menjilati memek kekasihnya tampak tidak peduli, dia masih asik berciuman
dengan Henni sambil terus memutar - mutar penisnya di anus Bu Rika. Bu Rika yg melihatku menjilati
memek Henni tidak mau ketinggalan, dia juga segera menjilati memek Henni, sesekali lidahnya bersentuhan dengan lidahku, membuat sensasi yg begitu luar biasa. Penisku terdiam menancap didalam memek Bu
Rika, tapi dengan goyang penis Aldo dipantat Bu Rika, itu membuat penisku berayun didalam memek Bu Rika yg nikmat. Beberapa menit kami terus menikmati posisi ini lalu..."aaaahhhhhh....dddooo...kk
keeelllluuuuaarrrrr...." desah Henni "aakkuu juuggaa..eerrrggghhhh..." balas Adlo Dan hebatnya, aku pun
merasakan sensasi orgams lagi "aaarrgghh...annjjrriiittt...eeennn gggg..." desahku bersiap memuncratkan spermaku "uuuufff...aaahhh...aaahhhh...." diikuti Bu Rika dengan muka sayu nya Dan..... AAAAAAAAAHHHHHHHHH... kami berempat serentak berteriak bersama, tak dapat lagi
menahan orgams kami. Tubuh kami berempat bergetar hebat!!! Kurasakan cairan kenikmatan Henni mengalir kemulutku, jepitan memek Bu Rika yg semakin menjadi dan spermaku yg kembali menyembur
menembus memek Bu Rika. Sedangkan Aldo, memuntahkan seluruh spermanya kedalam dubur Bu Rika. Kami berempat tertidur puas dilantai, kecuali Bu Rika yg masih diatas tubuhku. Kupeluk tubuh Bu Rika yg penuh keringat, kuciumi tubuhnya, dan kami tertidur saking lelahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar